catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
Bertemu langsung dengan dr.Jose Rizal (Mer-C) sepulang dari Palestina
Hari ahad kemarin merupakan hari di mana saya betul-betul terkaget-kaget dengan apa yang Allah rencanakan untuk diri saya. Sang Maha Pembuat Rencana… Woow..
Saya tak mengira kalau dengan asbab (sebab), pembuatan poster saya berkaitan dengan Palestina membuat saya bisa bertemu langsung bahkan makan siang bersama dr. Jose Rizal dan Ketua MTA Bp. Ahmad Sukino dan ikut mengunjung beberapa tempat di asrama maupun gedung MTA (4 lantai, bak seoramg tamu…-cerita lengkapnya sangat panjaang banget (part2 aja yaa)—
Sebuah pengalaman berharga yang tak akan terlupakan sepanjang hidup saya…
Bergelutnya saya di dunia Kesehatanpun, bisa di katakan ada dua orang yang sangat mempengauruhi dan menginspirasi saya dua orang itu adalah dr. Ihsan (dokkter, yang juga ustadku di SMA) dan dr Jose Rizal.
Bagaimana dr. Jose Rizal bercerita kalau Mer-C akan membangun Rumah sakit di GAZA. Bagaimana mentalitas warga Palestina yang meski dengan gempuran yang bertubi-tubi dan di boikot yung luar biasa mereka mengatakan dan yakin sepenuhnya “Bahwa mereka akan MEREBUT AL AQSO suatu hari nanti”… Woow..
Pemuda di Gaza mengatakan kalau cita-cita mereka yang tertinggi adalah mati syahid.
Ketika beliau datang di gaza. Mereka bilang “Anda duduk di sini dan lihat kami saja. Dengan kedatangan anda saja kami sudah merasa sangat lega”.
Bahkan dr. Jose Rizal bercerita kalau disana beliau mengobati pemuda yang kakinya terkena bom dan putus, tapi TIDAK ADA KELUHAN SAMA SEKALI, yang keluar dari mulut mereka adalah bacan AL Quran yg mereka hafal dan kalimat-kalimat yang memuji Allah.
Nyali mereka tak gentar sedikitpun, meski hanya dengan kekuatan seadanya. Karena kecintaan tentara Israel terhadap dunia, hingga mengakibatkan mereka takut mati.
Tak ayal ketakutan terhadap kematianlah yang membuat mereka berhenti untuk masuk lebih jauh ke Gaza. Mereka takut MATI, kebalikannya dengan pemuda Palestina yang Menjadikan mati syahid sebagai cita-cita tertingginya.. woow..
Saya sempat berpikir.. Alangkah jauhnya kita dengan mereka.. Di sela-sela segala bentuk latihan fisik untuk melawan penjajah Israel yang dilakukan mereka adalah MENGHAFAL AL QURAN, sebagai bentuk santapan rohani mereka..
Sekaarang sampai di mana hafalnmu hai diri yang terlena ???..
Saya bahkan sampai ekstrim membayangkan..Kalau orang-orang seperti mereka sajalah yang layak sebagai penghuninya.. KITA ???....
Bayangan saya ketika di katakan suatu kelak al Aqsho akan dapat di rebut kembali oleh mereka. Membuat saya terbayang-bayang dan berdoa semoga saya bisa jadi salah satu di antara segelintir orang yang ikut andil juga di dalamnya.Ikut membebaskan Al Aqsho.
Saya sudah muak dan bosan dengan sebagian kelompok umat Islam..yang selalu dan selalu menghina dan menghina kelompok yang lain..mencela..melecehkan.. dan satu kata, mereka tidak Mau UNTUK DIAJAK kearah PERSATUAN… dan saya yakin sepenuh hati kalau mereka tidak bertobat dari kesalahan mereka yang tidak mau kearah persatuan, maka mereka akan menjadi sangat menyesal ketika berhadapan dengan Allah SWT kelak. KITA ??..
Dan dari apa yang saya lihat dan saya alami sendiri, kalau seseorang semakin pandai atau pintar dalam hal agama sedangkan dia tidak terus menerus berusaha untuk mengoreksi dan memperbaiki keyakinan di hatinya. Yang terjadi adalah KESOMBONGAN yang muncul pada mereka. Meremehkan orang lain.. Jadi ingat dengan Ibarat jadilah seperti padi. Semakin berisi semakin menunduk. Bukan semakin berisi semakin mengangkat kepalanya…
Dunia itu harus ada di tangan kita, bukan di hati kita. Itu yang terlontar terbersit dlm diri saya ketika diingatkan bahwa mereka melawan dengan senjata seadanya dengan kekuatan yg tidak sebanding tetapi cita-cita tertinggi pemuda palestina adalah mati syahid.
Buat apa kekayaan kita, kalau tidak untuk keperluan akhirat.. Ambil dia sebanyak-banyaknya, tetapi jangan letakkan di hatimu….
NB :
Link poster Palestina
http://www.4shared.com/file/86989450/f1c6a5e0/PAMFLET_BARU_PALESTINA2JPG.html
Ditulis di sudut bilik internet El Durra betemankan wedang jahe. Sebagai bentuk curahan hati 10 Februari 2009 Jam 21:49.
www.goresancinta.multiply.com
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
TULISANKU KACAU....
wah...semoga nanti bisa edit dulu nich sebelum di upload...tulisanku banyak yang kacaua...afwan berhubung terburu-buru dan langsung aku copy paste dr laptopku....kedepan semoga bisa ada imagenya juga...afwan--afwan...
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
Belajar marketing…
Sepulang dari jaga malam. Sekitar jam 8.30 pagi aku sudah berada di rumah. Sebenarnya jam 07.30 aku bisa pulang lebih dulu dari Rumah Sakit, berhubung hari ini aku ada keinginan untuk bertemu dengan salah satu penguji skripsi yang secara kebetulan adalah kepala bagian keperawatan di rumah sakitku. Palah k Kardi namanya. Dan beberapa menunggu akhirnya kuputuskan untuk kembali kerumah. Tapi ada satu hal yang dapat aku lakukan di rumah sakit kala itu. Ambil gaji di keuangan. Maklum sejak kemarin, aku belum mengambil gajuku.
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
Apakah saya akan jadi PNS sampai pensiun ??...
Bagi sebagian besar rakyat Indonesia mungkin bisa saya katakan sekarang ini menjadi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) mungkin menjadi sebuah profesi yang di idam-idamkan. Bukti nyatanya, saya pernah mengantar kakak kandung yang menjalani tes CPNS di semarang belum lama ini. Yang ikut jadi peserta adalah sekitar rupiah. Dalam hitungann saya itu mencapai lebih dari 5.000 orang yang mendaftar. Lalu di antara 5.000 lebih itu berapa yang diterima ??...
Sahabat bisa kira-kira berapa ???
Jawabnya adalah...
15 orang.. woow...
Itu belum seberapa dengan waktu CPNS itu terjadi di satu tempat dan satu waktu saja dari seluruh penjuru nusantara, bisa menjadi berlipat-lipat jumlahnya. But formasi yang di butuhkan kurang lebih juga sama.
Saya dengarkan cerita suka dukanya secara langsung waktu mengantar kakak saya itu. Berhubung waktu yang di butuhkan lama sekitar 4 jam untuk tes. Maka tak ayal tempat nokrongku waktu itu yaa.. di warung makan dadakan di sekitar tempat tes. Waktu itu tes di adakan jam 08.00 di stadiun Jatidiri semarang. Sedangkan saya dan kakak saya berangkat dari rumah sekitar jam 03.00 pagi kemudian ke terminal sesudah itu menumpang bus jurusan Semarang.
Ketika di warung itulah saya mendengarkan cerita-cerita dari para pengantarnya. Ada yang sampai harus menginap di sekitar tempat tes. Dan bahkan banyak juga yang berasal dari luar wilayah Jawa Tengah, hanya dan hanya untuk mengikuti sebuah tes CPNS. Woooow... ..
Saya juga bercerita bahwa saya adalah juga seorang PNS. Saya sesudah lulus kuliah sekitar 1-2 bulan kemudian ada tes CPNS. Pesertanya juga sama ribuan seperti ini. Kemudian saya ikut dan ternyata di terima. Mereka agak terkejut juga waktu itu. Dan ada salah satu yang bilang itu sebuah anugrah.
Saya masih ingat ketika 4 tahun yang lalu saya mendaftarkan diri. Kakak yang saya antar tes ini juga mendaftar sama seperti saya. Dan ketika saya di terima saya terus mengatakan dan memang seperti itu dalam diri saya. Andai bisa di alihkan yang di terima kakak saya maka akan saya berikan. Atau andai ada orang yang membayar 30 juta dan itu bisa di alihkan akan saya alihkan..he...he..Padahal konon 60 jutaan kalau harus lewat belakang. Dan saya bersih sih...tanpa sepersenpun.
Lalu kenapa saya bersikap seperti itu ???.
Saya sebenarnya memang sejak lama tak terlalu ingin menjadi seorang PNS. Saya memang ingin menjadi seorang pengusaha.
Lalu kenapa saya daftar CPNS. Saya bilang faktor keluargalah yang paling dominan di sini. Sahabat bisa bayangkan dari 7 orang keluarga ibu semuanya adalah PNS dan suami atau istri dari paman maupun bulikku adalah semuanya PNS kecuali seorang saja suami bulikku yang menjadi carik (sekarang carik juga PNS red.). Jadi bisa di katakan semua keluargaku adalah PNS. Dan merupakan kebanggaan buat keluarga kalau ada anggota keluarga yang juga jadi PNS. Tak ayal, faktor keluargalah yang mempengaruhiku. Dengan jadi PNS aku berarti menyenangkan ibuku dan keluarga besar kami. Faktor kedua tentu saja adalah karena aku butuh modal untuk sebuah usaha. Dan salah satu caranya adalah dengan menjadi seorang PNS.
Lalu apakah saya akan menjadi seorang PNS sampai pensiun. Kuat dugaanku bahwa saya tidak akan sampai pensiun menjadi seorang PNS. Ataupun kalau sampai PNS maka PNS bukan merupakan profesiku. Hanya sebagai sampingan.
Ada pikiran yang meloncat-loncat dalam diriku. Pikiran yang penuh tantangan dan tidak di temukan dalam dunia PNS. Semua teman-teman sesama PNS, memang yang saya temui berpikiran bahwa ”Kemapanan” adalah salah satu faktor yang membuat mereka tidak mau untuk beresiko dengan membuka usaha dan seterusnya. Sebuah usaha tentu saja ada untung dan rugi. Sedangkan pola pikir PNS, karena butuh kemapanan dan terbiasa dengan kemapanan mereka tidak siap dengan kata RUGI. Maka kalau saya menemui sahabat yang masih tidak mau tertantang untuk RUGI atau untuk tidak stabil atau mapan saya selalu mengarahkan orang-orang seperti ini jika ingin berinvestasi selalu saya arahkan untuk berinvestasi ke tanah. Karena investasi tanah itu bisa dikatakan tak ada ruginya. Kecil kemungkinan berinvestasi ke tanah RUGI.
Saya katakan KETIKA KITA MAU MELOMPAT KEPADA SESUATU KEINGINAN YANG LEBIH TINGGI, MAU TIDAK MAU KITA HARUS BERPINDAH DARI TEMPAT YANG SUDAH NYAMAN PADA DIRI KITA. Berpindahnya kita itu belum pasti tentunya. Bisa jadi kita naik tapi bisa jadi kita jatuh, itu adalah resiko yang harus di tanggung. Ketika sesorang tidak mau seperti itu, maka biasanya ia akan memilih tempat nyaman atau kemapaman yang ia peroleh sekarang itu.
Kembali kepada soal PNS diriku ??... Apakah sampai pensiun ??. Hanya Allah yang maha tahu. Tapi yang jelas aku ingin naik. Dan tertantang untuk naik. Maka kemapanan harus aku tinggalkan terlebih dahulu.
Ditulis di bangsal Amarta RSJD surakarta jam 5 :50 Rabu 4 februari 2009. Ketika pikiran meloncat-loncat untuk keluar dari rutinitas, bahkan ada suatu keyakinan kuat tinggal dan menetap di sebuah tempat di luar Indonesia. Allahu A’lam..
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
AKU ADALAH SEORANG PENULIS
Ternyata ada bagian dari diriku yang belum aku ketahui sejak dulu. Entah kenapa perasaan itu muncul dan ada sekarang. Aku sadar sekarang ini. Ternyata Allah memberikanku kesadaran itu. Kesadaran akan tentang diriku sendiri. Yaa aku adalah seorang penulis. Aku ingin berteriak akan hal itu. Di kolong-kolong, di bawah meja tempat kerjaku, di bawah bed, bawah lemari, di bawah tempat-tempat yang pernah aku singgahi. Kepada daun-daun itu, kepada langit, matahari, kodok-kodok, jangkrik, kambing, kucing dan semuanya. Kepada tembok-tembok yang ada di depanku, kepada setiap benda dan makhluk yang ada di muka bumi. Aku ingin berteriak kepada mereka. Aku ingin katakan kepada mereka. Bahwa aku. Bahwa aku adalah seorang PENULIS. Yaa aku adalah seorang penulis yang akan menulis apa saja dalam setiap langkahku. Dan bahkan aku kadang kala menjadi seorang pengarang ketika mengarang sebuah cerita yang penuh dengan imajinasi. Apapun yang terjadi aku harus menulis. Menulis untuk membentuk suatu perubahan dalam diriku dan masyarakat. Dan bahkan dalam kerangka konsep yang lebih luas aku akan merubah dunia. Meski hanya duniaku sendiri. Teriakan itu masih mengaung dalam diriku. Mengaung dan tak pernah berhenti untuk selalu berteriak. Berteriak dan berteriak. Takbir… Allahu Akbar…..
Di sela-sela kesibukanku hari ini, Alhamdulillah sempat saya baca ulang. Baca ulang di kamar kecil, 30 Januari 2009
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
AKU akan menulis apa ???
Terkadang pertanyaan ini muncul begitu saja. Seperti hari ini. Aku terlalu sibuk memikirkan aku mau buat tulisan fiksi atau non fiksi. Yang pada akhirnya juga membuat kekacauan dalam pikiranku. Aku harus menulis apa. Jadilah tulisan ini. Tulisan yang berawal dari kegelisahanku untuk menulis apa. Tapi aku yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa kelak aku akan mengetahui gaya menulisku. Semakin banyak aku berlatih niscaya kemampuan itu akan di berikan oleh Allah. Allah tau kok apa yang ada dalam hatiku. Besar harapanku dengan tulisanku kelak aku dapat menulis tentang negeri Palestina. Besar harapanku someday aku bisa membuat suatu buku yang dapat menginspirasi banyak orang untuk merubah negeri Palestina, menjadi sebuah negeri yang damai untuk semua. Sebuah negeri dalam naungan Islam yang melindungi umat-umat beragama lainnya pula. Akankah itu dapat terwujud??.
Hanya Allah saja yang lebih tahu terhadap cita-citaku ini. Sebuah cita-cita yang Insya Allah juga dapat saya tanamkan pada anak cucuku kelak. Amiin..
Baca Selengkapnya......
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
Aku di masa akan datang
November 2011
Akhirnya hari yang di nanti-nanti sejak 2 tahun yang lalu datang juga pada hari ini. Segala puji hanya bagi Allah semata. Hari ini saya dapat menunaikan salah satu rukun Islam yang lima dan terakhir yaitu haji. Sebuah idamanku sejak lama untuk berada di tempat ini. Tempat di mana aku akan meminta kepada Allah dan mengadukan segala unek-unek yang ada dalam hatiku. Hari ini adalah hari di mana sebuah fase perubahan terjadi dalam hidupku. Banyak hal yang akan kucurahkan di tempat ini. Banyak permohonan dan doa di sana. Salah satu doanya adalah tentu saja, saya berharap Allah menjadikanku sebagai salah seorang yang ikut andil dalam merubah dunia ini. Merubah dunia ini menjadi sesuatu yang lebih baik. Ada doa di sana untuk dapat di jadikan hamba ini sebagai salah satu syuhada yang membela agama ini. Mati syahid merupakan salah satu keinginan dan cita-citaku dalam menghembuskan nafas terakhirku. Aku ingin bertemu dengan Allah dengan masuk surganya tanpa hisab dan tanpa adzab. Dan salah satu hal yang bisa kudapatkan caranya agar aku dapat menjadi orang itu adalah dengan kematian sebagai seorang syuhada. Mati syahid. Dan doa yang di cukup menggelitik adalah doaku agar di beri pendamping dalam perjuangan itu. Perjuangan yang aku tahu itu tidak akan pernah berhenti di dunia ini.
Di tempat ini, di tanah suci ini. Kupanjatkan ketiga doa itu. Keyakinanku yang kuat membuat semuanya menjadi mungkin. Aku yakin Allah akan mengabulkan doa-doaku. Betapa takjubnya hatiku melihat kondisi persatuan muslimin di tempat ini. Di tempat nabi Muhammad mengemban risalahnya. Sebuah keadaan yang sangat menyentuh hatiku dengan sangat, ketika di tempat ini aku dapat mencium hajar Aswad. Berada di raudhoh. Berada di dekat makan Rasulullah. Berada dan bethawaf di sini. Alangkah begitu kecilnya diri ini.
Air mata itu betul-betul tak dapat ku hentikan. Menetes begitu kuat. Tak tertahankan. Hati ini betul-betul merasakan kerinduan yang luar biasa kepada Dzat Pencipta. Rindu kepada Rasulullah SAW. Aku sangat sadar, bahwa diri ini sangat jauh dari apa yang ada dalam diri beliau. Aku masih “mbeling”, aku masih sering “ngeyel” dengan beliau. Betapa malunya hamba ini. Aku ingin sampaikan bahwa, aku minta ampun Ya Robb. Tidak ada yang dapat mengampuni hamba selain Engkau. Engkau semata yang mampu mengampuni dosa-dosaku.
Di tempat ini pula, aku keluhkan terhadap kondisi muslimin hari ini. Kondisi muslimin yang tercabik-cabik dan yang paling mengkhawatirkan adalah mereka jauh sekali dengan Allah. Bahkan seorang aktivispun, aku lihat kebanyakan justru menjalani agama ini hanya sebatas rutinitas sahaja. Tidak ada kesambungan dengan Allah.
Aku berdoa di tempat ini. Tentang kondisi muslimin di Palestina, Afghanistan, Irak, Checnya dan belahan bumi lainnya. Begitu pilunya hati ini ketika aku mengingat kondisi mereka. Kondisi yang di buat mainan oleh orang-orang kafir.
Di tempat ini pula, aku bersimpuh kepada-Nya. Aku memohon agar dunia ada dalam gengaman tanganku (Sumbe-sumber rizki mengalir kuat dalam diriku), tapi dunia itu tidak dalam hati keluarga dan diriku. Dunia itu menjadi perantaraku dalam menuju akhirat.
Desember 2011
Akhirnya proses ibadah haji itu aku jalani dengan sangat sempurna di tahun ini. Alhamdulillah… aku yakin Allah akan mengabulkan doa-doaku di sana. dan sekarang adalah waktunya untuk menjemput segala yang kupanjatkan di sana.
Salah satu yang ingin kucapai adalah memperoleh seorang pendamping dalam perjuangan ini. Seorang wanita yang sholehah.
Aku sadar bahwa aku masih banyak kekurangan. Dan aku senantiasa memohon kepada-Nya agar aku di ijinkan untuk memperoleh wanita yang dapat mendampingiku dalam perjuangan ini. Dan itu adalah targetku di tahun 2011-2012 ini. Ada harapan tuk gapainya. Usiaku bukan usia muda lagi. Nafsu sebagai seorang laki-laki normal, memang terus ada dalam diriku. Semakin lama, nafsu itu bergerak sangat liar. Dan benarlah bahwa dengan menikah adalah merupakan solusi yang tepat dari hal itu. Dengan puasa Dawud pun masih bisa tembus fitrah itu. Dan bahkan taruhlah dengan puasa setiap hari. Nafsu itu tak akan padam, dan akan bergerak sangat lihai dan lincah.
Usiaku tak muda lagi..
Sudah hampir 30 tahun aku menapaki hidup ini.
Menikah di usia itu adalah terlambat..
Terlambat 5 tahun dari usia menikahnya nabi.
Keturunan kamu akan ketinggalan seorang ayah 5 tahun lebih cepat.
Seandainya kamu berusia hingga 60 tahun.
Maka seusia kamu sekarang ini, anak pertamamu.
Lalu akankah engkau tega membiarkannya.
Membiarkannya tanpa pengemblengan dari dirimu.
Penggemblengan dari seorang ayah kandungnya.
Akankah engkau tunda lagi ????.
Februari 2012
Akhirnya setelah proses taaruf berjalan hanya dalam tempo yang singkat. 1 bulan sejak aku bertemu dengan sebut saja Akhwat. Proses berjalan dengan sangat lancar. Aku coba curahkan segala pernak-pernik “unek-unek” kehidupanku ini kepada Sang Pencipta. Sebagai seorang hamba yang “mbeling”, aku sampaikan kepada-Nya. “ Ya Allah, aku bukannya bersifat gak sopan dengan Engkau. Aku hanya ingin sampaikan bahwa aku telah menjalani apa yang semestinya aku lakukan. Aku sudah berusaha untuk menjemput apa yang ingin Engkau berikan kepada-Mu. Sebagaimana doaku di tanah suci itu ya Robb. Doaku itu ya Robb. Aku yakin Engkau masih ingat detil doaku pada waktu itu. Nach sekarang ini, aku sedang dalam posisi yang paling menentukan dalam pengambilan keputusan itu Ya Allah. Akhwat itu, jikalau dia adalah jodoh yang Engkau janjikan kepadaku di tanah suci itu. Dekatkan lah ia. Berikan keyakinan dalam hatiku. Ya Robb.. maaf ya kalau doaku seperti ini”.
Malam yang hening, tak seperti malam-malam tahajudku di hari-hari yang lain. Di malam-malam bulan itu, ada doa khusus yang aku panjatkan di sana. Doaku di akhir sepertiga malam.
Akhir Februari 2012
Alhamdulillah… hari ini adalah hari di mana aku akan menyampaikan keputusanku dengan akhwat itu. Aku akan sampaikan bahwa aku siap dan merasa cocok dengan dia. Hari ini ada getaran kuat dalam sanubariku. Desir rasa dag dig dug, tidak bisa kupingkiri tampak nyata dalam hidupku. “Mbak Insya Allah, saya siap menjadi pendamping mbak”.
Jawaban singkat, dengan tanpa kata “ukhti” seperti kebiasaanku.
Sahabatku yang menemaniku waktu itu, terlihat cengar-cengir sedikit tertawa melihat tingkah polahku. “Kamu kayak habis lari pagi aja”, katanya ringan. Maklum di tubuhku keringat bercucuran dan rasa dag dig dug kencang sekali.
Akhirnya…
Akhirnya…
Keputusan itu aku ambil..
Keputusan untuk mengatakan engkau adalah sahabat sejatiku.
Belahan jiwaku.
Ibu dari mujahid-mujahid kecil darah dagingku.
Sang Akhwat itu memang belum mengatakan “Ya”. Tapi tarikan kuatku mengatakan kalau ia akan mengatakan “Iya”. Rasa tarikan kuat dan keyakinan dalam hati yang tak dapat di pungkiri.
Akhirnya…final..
Benar feelingku..
Keesokan harinya ia mengatakan “Iya”, dan memintaku untuk menemui orang tuanya esok hari untuk mengkhitbah dirinya.
Akhir Februari 2012
Hari ini, aku datang kerumahnya. Aku di temani oleh kakak-kakakku dan beberapa Omku. Di ruang tamu itu… aku sampaikan dengan langsung kepada orang tuanya bahwa saya sudah cocok dengan putri bapak, dan berniat untuk melamarnya.
Setelah bermusyawarah dengan keluarga, akhirnya di sepakati bahwa bulan depan aku ijab.
Di luar dugaanku, ternyata si akhwat itu mempunyai orang tua yang bagiku lebih dari religius. Dan saya sebelumnya memang hanya tahu rumahnya sahaja. Ternyata selain religius bakal calon mertuaku adalah termasuk dari golongan orang-orang yang terpandang dan kaya raya. Batinku selalu bilang sama Allah kala itu “ Ya Robb jangan Engkau jadikan dunia ini dalam hatiku. Jadikan apa yang dia maupun orang tuanya miliki sesuatu yang dapat menjadi kebaikan. Menjadi jembatan menuju keridhoanmu. Jembatan menuju ampunanmu. Jangan Engkau jadikan fitnah buat ku dan keturunanku serta saudara-saudaraku akan kekayaan yang di miliki oleh calon istri dan mertuaku itu ya Allah. Aku mohon dengan sangat”.
Awal Maret 2012
Aku mulai menyiapkan segala hal berhubungan dengan pernikahanku. Dari mahar sampai jas. Dari keadaan rumah atau kamar yang aku akan tinggali kelak. Masih seperti dulu kamar berukuran 3X4 meter dengan sebuah kamar mandi adalah kamar kecil sekaligus rumah yang akan kami huni kelak. Aku tinggal masih dengan kakak pertamaku.
Aku buat kamarku terpisah dengan ruang-ruang lainnya. Meski masih ada kamar yang menghubungkan dengan ruang tamu. Tetapi di kamarku, aku buat ada pintu yang berhubungan dengan luar langsung. Aku buat menghadap timur, dengan sebuah jendela di sampingnya.
Kamar atau rumah inilah yang akan kami huni kelak untuk sementara.
Acara pernikahan di pihak laki-laki aku urus dengan maksimal. Prinsipnya aku buat sesederhana mungkin. Walimahannya pun aku adakan bersamaan dengan acara pengajian yang rutin saya adakan bersama teman-teman dengan mengundang masyarakat setempat.
Aku tulis di undangan “Pengajian rutin Risma Al Jami dan walimahan”.
Aku ingin buat suatu acara sosial sebelum dan sesudah acara walimahan itu. Sehari sebelumnya, aku buat acara bakti sosial, dengan membagikan sembako dan alat tulis serta pakaian atau kaos kepada orang-orang fakir miskin di daerahku. Hari akhirnya pun aku buat pengobatan massal dan gratis yang seluruhnya berasal dari danaku.
Kalau orang biasanya mengeluarkan uang yang besar hanya untuk mengadakan sebuah acara yang “wah” dalam pernikahannya. Maka aku akan mengeluarkan senilai dengan yang biasa mereka keluarkan, Tapi dengan acara yang lain. Acara yang bisa memberi manfaat kepada mereka secara langsung. Bukan acara yang merepotkan kanan-kirinya.
(to be continued)
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
Labels: curhat
PALESTINA (2019) NEGERI IMPIAN…
Sejenak merenung dan membayangkannya. Sebuah tempat di dalam angan-anganku. Negeri yang penuh kedamaian. Kasih sayang timbul dan terasa di antara sesama. Sebuah perbedaan menjadi sesuatu yang biasa. Perbedaan yang tidak menimbulkan kebencian di antara sesamanya. Meski satu orang yang berbuat kejahatan atau menimbulkan kebencian terhadap sesama. Tapi hal itu dapat di tangkis dengan adanya proses tabayun (cross cek) yang gencar dan terjadi dalam setiap saat dan waktu. Tenang dan betul-betul damai apa yang ada di sana. Setiap orang menghargai di antara sesamanya. Umat Islam sebagai penguasa di wilayah itu, betul-betul menjaga kedamaian di masyarakat. Umat Nasrani (Kristen) pun di lindungi kebebasan beribadahnya. Bahkan kaum yang beragama Yahudi. Yang dulu menjadi kaum yang mendholimi umat Islam, di biarkan untuk hidup bersama di sana. Hidup bersama dalam naungan kekhalifahan Islam. Sultan Zaid El Durra bahkan memberikan kebijaksanaannya yang sangat terhadap umat beragama lain. Umat beragama lain di perhatikan terhadap kondisi ekonomi maupun kebebasan beragamanya.
Tentu saja hal itu juga di perlakukan sultan kepada umat Islam yang menjadi penguasa di sana. Geliat suasana perekonomian penduduk pun terlihat semarak di sana. Pasar-pasar beterbaran di sana. Di masjid suci Al Quds, terlihat wisatawan yang berkunjung dengan sangat senangnya di tempat itu. Di pelataran masjid suci umat Islam itu menjadi saksi kekhusyukan manusia dalam menyembah kepada-Nya. Ada banyak hal-hal yang berubah sangat drastis ketika 15 tahun yang lalu kota dan negara ini, jatuh dalam kekuasaan Islam. Bangsa Yahudi Israel yang berusaha menghancurkan negara Palestina, dan gencar untuk mengebom dan menghancurkan kota-kota di sana. Membunuh anak-anak dan orang tua yang tak berdosa. Akhirnya hancur oleh kekuatan Islam yang ada di sana. Kekuatan yang bermula dari perkumpulan kecil. Tapi dukungan rakyat membuat kelompok kecil itu menjadi sebuah kekuatan yang tak terkalahkan. HAMAS. Menjadi sebuah gerakan yang universal dan menjadi pemimpin dari organisasi lain di seluruh dunia. Kekuatan Islam menjadi dalam satu komando dalam kekuatan HAMAS itu.
Semula Israel bahkan tidak menyangka akan dampak dari penyerangannya terhadap kota Gaza. Desember-Januari 2009. 15 tahun yang lalu, Israel dengan kekuatan penuh menyerang dan mencoba menghancurkan kekuatan Hamas yang ada di Palestina. Mereka mengatakan berhasil membunuh dan menguasai kota gaza. Menduduki kota Gaza, yang menjadi kota simbol perlawanan di tahun itu. Mereka membunuh 1.300 penduduk sipil dan melukai hampir 5.000 orang di sana. Mereka mengklaim kemenangan di sana. tapi skenario Allah, bukan demikian. Secara fisik Hamas di katakan kalah. Tapi ternyata Israel tidak tahu ada macan yang mulai terbangun. Kekuatan lama itu bangkit. Bangkit dengan perlahan. Dan kekuatan itu bergerak terus menuju kesadaran akan pentingnya persatuan. Persatuan diantara umat Islam. Persatuan yang di landasi dengan kebesaran jiwa umatnya dalam menghargai perbedaan yang ada. Perbedaan yang memang tidak bisa di hindari. Dan Hamas. Hamas bergerak sangat cepat. Dan mencoba untuk menjembati semua itu. Semua organisasi Islam yang bergerak dengan kesadaran akan pentingnya persatuan, tentu saja mengiyakan seruan hamas ini. Umat Islam pun mulai jenuh dengan perbedaan yang membawa kehancuran. Tentu saja umat Islam yang saya maksud di sini adalah yang mereka peduli dengan islam. Setiap zaman dan masa selalu ada sekolompok dari umat Islam yang tidak peduli dengan agamanya. Dan justru ketika mereka yang peduli dengan Islam berjumlah tidak begitu banyak. Tapi mereka komitmen dengan ke Islamannnya. Allah bantu mereka.
Hal inilah yang menjadi tongak kembalinya macan itu dari tidurnya. Tepatnya 15 tahun yang lalu (2009), macan itu mulai bangun dari tidurnya. Perlahan dan pasti, hingga kemenangan itu ada di tangan mereka. Sultan Muhammad bin Abdullah menjadi pemimpin di masa kebangkitan itu. Di tahun 2014 mulai ada pergerakan ke arah persatuan itu. Di bawah komando Hamas yang di pimpin oleh Muhammad bin Abdullah. Pemuda yang punya visi dan misi ke depan. Akhirnya kekalahan Israel menjadi sebuah kenyataan yang tak terelakkan. 5 tahun sesudahnya kemenangan itu betul-betul nyata, dengan terbebasnya bumi Palestina dari gengaman Israel. Israel menjadi sebuah kekuatan yang lemah. Dan memang sejak awal, kekuatan selain Allah adalah lemah. Israel sangat bergantung kepada Amerika. Negara yang mengubah kebijaksanaannya terhadap dunia Islam. Dan tentu saja melepaskan anak kesayangannya. Israel. Anak kesayangan yang menjadi petaka bagi negara itu. Krisis ekonomi sejak kepemimpinan Barack Husein Obama ( di lantik 20 Januari 2009) menjadi salah satu faktor berubahnya kebijaksanaan politik Amerika. Irak, Afghanistan merupakan sebuah negara yang tidak dapat di taklukkan oleh Amerika. Negara itu justru pada akhirnya menjadi sebuah negara yang berada dalam daulah kekhalifahan sultan Muhammad bin Abdullah. Perang untuk membela kehormatan memang tidak dapat di elakkan di waktu itu. Tapi perang itu bagi sultan dan umat Islam adalah sesuatu yang tidak di sukai. Tapi dasar negara Yahudi Israel itu betul-betul negara yang keras kepala, perang dengan bangsa yang keras kepala menjadi sesuatu yang tidak dapat terelakkan.
Komando Jihad membela agama betul-betul bersuara lantang kala itu. Tentu saja panggilan itu membuat umat Islam yang ada dalam hatinya Iman, akan menjawab panggilan. Tahun 2019 menjadi saksi akan panggilan Jihad itu. Dan hampir 3 tahun kemenangan dan kekalahan selalu Allah pergilirkan. Hingga peperangan akhir itu terjadi. 25 April 2022 menjadi momen terbesar di masa itu. Bahkan momen terbesar di abad itu. Kembalinya Palestina dalam pangkuan Islam dan berdirinya kekhalifahan akhir zaman sesuai nubuwah nabi Muhammad SAW. Pemimpinnya pun seorang pemimpin yang sangat di segani teman maupun lawan. Muhammad bin Abdullah sebagai mana nama nabi kita.
Kini….
Sultan Muhammad sekarang telah di gantikan oleh putranya. Sultan Zaid El Durra. Seorang sultan yang sangat bijaksana sebagai mana ayahnya. Kedamaian pun menjadi bagian tak terpisahkan di seluruh pelosok bumi. Di bawah naungan kekhalifahan sultan Zaid El Durra bin Muhammad.
Di tulis oleh Aris El Durra
Penulis syahid di bumi Palestina ketika terjadi peperangan dahsyat di bawah komando sultan Muhammad bin Abdullah. Sultan Muhammad menganugerahi penulis sebagai salah satu mujahid yang berperan dalam merubah bumi Palestina dan dunia pada umumnya. Syahidnya beliau merupakan cita-cita yang tertinggi yang selalu beliau idam-idamkan sejak masa remajanya.
Nb : Kutulis sebagai bentuk kegelisahanku dengan bumi Palestina. Dan harapan serta cita-citaku.
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
TERNYATA KITA INI BANYAK BERKOMENTAR DAN MEMBANGKANG, KARENA KETIDAK TAHUAN AKAN SKENARIO ALLAH.
Hari ini kesibukan mengurusi skripsi dan membuat buletin serta pamfleat tentang Palestina betul-betul mendominasi kehidupanku. Lelah akan urusan dua hal ini, betul-betul menguras pikiran dan tenagaku. Terlebih lagi sesudah sampai di kampus and deeg…. Ketemu dng teman di kampus. Mbak Dewi, namanya dan dia tanya ujiannya kapan mas ??. 29 Januari 2009 jam 15.00, deeg. Wah lho kok sama ???..suatu pernyataan yang sangat membuatku terkejut. Sama jamnya ??. and sama pengujinya ??. waduh….
Jujur ada perasaan kecewa dan protes kepada Allah akan keputusannya ini. Ya Allah.. Gimana ini ??. Kamu Engkau sulitkan hamba to???. Seolah pertanyaan ini tertuang dalam hatiku. Deg…..seakan-akan saya protes dan marah sama Allah. Sesuatu yang tidak sopan dan tak beradab telah dilakukan diri saya. Bahkan itu adalah sebuah kemaksiatan yang saya lakukan. Maka saya bertaubat kepada Allah hari ini. Ya Allah ajarkan saya untuk selalu dapat memahami apa yang Engkau putuskan. Apa yang telah Allah tetapkan adalah sesuatu yang terbaik buat diri saya, tinggal kita bisa memahami dan mau berbaik sangka kepada Allah tidak.
Dan hari itu saya alami benar-benar. Ternayata ketika sorenya marah sama Allah, sekenario Allah terus berjalan dan solusinya justru datang beberapa jam kemudian. Sebuah solusi yang maha Hebat.
Dan ternyata di hari dan jam itu ada salah satu dosen dari teman saya yang gak bisa untuk menguji di jam itu. So aku tetap ujian di tanggal itu...
Ya Allah ampunilah hambamu ini...
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
Aneh…Itu pasienku lho..
Hari Jumat kemarin sehabis pulang nunggui pak Yuli (teman kuliah sekaligus kepala ruangku di RSJ) ujian proposal di Sahid aku sempat lewat jalan di kampung semanggi.
Jalan kecil yang melewati kampung Semanggi..
Dengan sedikit terheran-heran, aku lihat di tepi jalan itu…
Ada seorang yang di amati secara seksama oleh seorang remaja..
Dan aku lihat orang itu emang aneh.
Rambut putih…pakaian olahraga pendek…sepatu olah raga juga..ditindik..
Si Remaja agak terlihat marah dan dalam benakkan kupikir pasti bilang “dasar orang gila”.
Aku lihat….
Aku amati sekilas…
Wualah….Joko..Joko…
Ternyata Joko Widodo…
Seorang pasienku yang sudah pulang dari Rumah Sakit Jiwa..
Wah bakal balik lagi pikirku…
Semoga sahabat tidak mau aku bilang “pasienku” yaa..he,.he..he…
Ditulis 19 Desember 2009
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
“UU pornografi” dalam kehidupanku.
Beberapa waktu yang lalu gembar-gembor tentang pornografi cukup menjadi bahan pembicaraan yang menarik di negeri tercinta kita ini. Pro dan kontra menjadi sebuah perbincangan yang sangat dominan di media massa.
Sudah lama saya ingin berbagi akan hal ini kepada sahabat. Tulisan saya bahkan sempat saya simpan beberapa lama di sebuah catatan kecil.
Alhamdulillah akhirnya bisa juga saya bagikan cerita sedikit saya tentang hal ini, karena saya pikir ini bisa menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua. Dan ada kegelisahan buat saya jika tidak menulisnya. Semoga bermanfaat.
Sahabat….
Terlepas dari pro kontra itu saya yakin dalam hati kecil kita. Kalau mau terbuka dan coba belah dada kita. Saya yakin kita tidak mau anak-anak kita menjadi rusak hanya karena pornografi (baik yang pro maupun kontra).
Meraung-raung hati saya ketika melihat begitu mudahnya dalam mengakses hal-hal yang berbau pornografi. Situs-situs pornografi bertebaran luar biasa di sekitar kita….Astaqfirullah…
Berawal dari kondisi itulah yang membuat saya awal mula ragu-ragu untuk membuka sebuah usaha warnet. Alasan utamanya pornografi.Bisa-bisa tidak barokah usahaku (batinku waktu itu).
Maju-mundur…hingga suatu waktu saya pernah bilang sama Allah…”Gak mau ya Allah kalau seperti ini. Aku gak kuasa dengan pornografi..ya Allah”.
Sahabat…
Waktu itu aku sadar dengan betul bahwa dalam urusan internet ini ada banyak segi positif maupun negatifnya. Ibarat sebuah pisau. Bisa di gunakan untuk memasak di dapur. Tapi bisa juga di gunakan untuk menjambret atau bahkan membunuh orang.
Sempat berhenti lama untuk tidak memikirkan hal ini…
Tetapi seiring berjalannya waktu..
Kejadian demi kejadian justru seolah-olah membuatku seolah“dipaksa” oleh Allah untuk bergelut di dunia warnet ini.
Dimulai dari masuknya jaringan speedy di wilayahku, regulasi pemerintah untuk ngeblok situs-situs porn, dukungan keluarga, tempat yang sudah tersedia, dana yang sudah ada dalam pikiran (meski belum cair) sampai faktor-faktor pribadi akan pentingnya untuk banyak berbuat daripada bicara. Banyak memberikan perubahan daripada berteriak-teriak mengecam ini itu, serta tentu saja faktor-faktor lainnya.
Apa sikapku berubah dan mau buka warnet..
Tidak….Jawabku…Aku tetap “ngeyel” gak mau buka warnet. Alasanku karena masih banyak pula orang bisa membuka situs-situs berbau pornografi meski katanya pemerintah telah mengeluarkan dana yang besar-besaran untuk memblokir situs-situs berbau porno.
Jadi aktivitasku tetap kujalankan...masih sering ngenet juga di warnet dekat Rumah sakit tempat kerjaku.
Hingga suatu saat kepahaman itu datang. Ketika keprihatinanku mulai menjadi-jadi Ketika aku sering berkunjung ke warnet-warnet. Aku belum menjumpai satupun warnet di dekat Rumah sakit tempat kerjaku (dekat kampus UNS juga) yang konsisten dengan “No Porn Site”.
Semakin menjadi-jadi lagi kekhawatiranku ketika melihat sendiri warnet yang rata-rata ada di kampus dan buka 24 jam. Ketika sudah diatas jam 22.00 siapa yang datang. Sahabat bisa tebak ???
Yupz..kebanyakan adalah kaum adam bukan begitu ???
Lalu apa yang di buka kira-kira ???
Gak usah saya jawab ???.
Kenapa gak ada ya warnet yang seperti idamanku itu.Padahal internet sekarang saja menjadi sesuatu yang tidak bisa tidak kita butuhkan.
Akhirnya …Bismillah aku berazzam membikin warnet dengan niatan seperti itu. Tentu saja tetap dengan sedikit ngeyel..he..he..he..” Ya Allah…Engkau berkehendak…maka aku serahkan dan pasrahkan urusan ini kepada-Mu ya Allah…bantu dan tolong aku”.
Mulailah aku belajar sedikit demi sedikit tentang perkomputeran. Learning by doing salah satu yang aku lakukan dalam bisnis. Perlu sahabat ketahui bahwa duniaku sangat jauh dengan urusan per”komputeran”. Aku adalah seorang yang bekerja sebagai perawat (PNS) di sebuah rumah sakit negeri di solo. Sejak awal aku yakin bahwa dengan belajar aku akan bisa.
Benar..awal-awal buka merupakan waktu yang melelahkan….di mulai dari membimbing operator warnet tentang komputer yang aku ketahui. Aku juga belajar untuk mencegah situs-situs porn di warnetku. Awal mula aku mulai mempelajari saran pak Ono Purba agar menggunakan open DNS, karena menurut dia itu yang paling efektif. Tetapi dalam praktekknya. Tapi sayang untuk “video sharing” yang masih ada bau porno belum maksimal bisa di tangkal seperti sebagian konten porn di youtube.
Sampai hampir 1 bulanan lebih, aku coba otak-atik dan mikir bagaimana cara terbaik untuk cegah hal itu. Akhirnya setelah try and error aku pindah ke sebuah K9 web protection, sebuah aplikasi yang lumayan bagus untuk mencegah hal itu. Meski aku harus setting setiap PC di warnetku dengan sofware ini. Aku atur juga daftar key search yang harus di blok.
Aku terus belajar dan belajar….
Sebagai langkah terakhir juga aku perintahkan kepada operator warnet untuk mengecek browsing klien lewat operator ( aku juga baru tahu ternyata sang operator itu bisa tahu situs apa yang kita buka, dan bisa menutup tampilan situs yang kita buka).
Untuk pelanggan yang di curigai setiap 10-15 menit aku perintahkan untuk mengecek apa yang dia buka. Jika ternyata kedapatan membuka situs-situs porn dan terlewat dari K9 maka akan di beri peringatan atau di tutup browsing dia.
Di setiap bilik klien aku ada tulisan “No Porn site. Jika membuka situs-situs tersebut maka akan di cegah oleh sofware anti porn. Jika masih meneruskan membukanya maka secara otomatis akan di beri peringatan oleh server atau layar akan tertutup. Allah maha mengetahui terhadap apa yang kalian buka”.
Akhirnya sudah sekitar 4-5 bulan aku buka usaha ini…Dan alhamdulillah banyak hal positif yang aku dapatkan…..banyak ilmu yang Allah berikan…
Aku berkesimpulan ternyata “ Pemilik warnet mempunyai andil yang sangat dominan dalam pencegahan situs-situs pornografi”.
Semoga ada sahabat-sahabat lain yang mau bergerak untuk peduli akan hal ini. Aamin
Semoga bermanfaat
Aris El Durra
(warnet El Durra)
Di tulis sewaktu jaga malam. tgl 20 Desember 2008 jam 23 : 11 di bangsal Amarta RSJD Solo
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
Generasi yang hilang …
Keadaan generasi muda Islam sekarang ini bisa di katakan pada batas yang mengkhawatirkan. Namun demikian dalam keadaan apapun pertolongan Allah akan tetap di turunkan, jika ada sebagian kecil di antara muslimin yang berpegang teguh dengan agamanya. Berpegah teguh untuk tidak bergantung kepada banyaknya orang maupun jumlah. Tetapi hanya dan hanya bergantung kepada Allah SWT.
Generasi yang hilang korban perang peradaban…
Apa arti ilmu pengetahuan..
Tanpa taqwa dan iman…..
Sungguh sebenarnya jumlah yang banyak, bukan sesuatu yang sangat mengagumkan..
Tetapi jumlah yang kecil menjadi sebuah kekuatan yang besar, ketika ia bergantung kepada Allah yang Maha Besar.
Ketika generasi muda menjadi rusak atau di rusakkan oleh sebuah peradaban..
Generasi merasa berbangga dengan pacaran..
Dengan minum-minuman keras, menjadi sebuah anggota dari sebuah geng, mengikuti sebuah group band yang tidak membawa kepada hal-hal yang bisa mengingatkan kepada Allah, maupun lainnya. Sebuah generasi mulai terpengaruh dengan keadaan di sekitarnya.
Akankah anda menjadi bagian dari generasi ini ???
Ataupun anda mau menjadi sebuah generasi kecil dari generasi ini. Sebuah generasi yang tidak bergantung kepada banyaknya jumlah, tetapi bergantung kepada Allah saja.
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
Aku harus tetap menulis....
Entah kenapa kok saya rasakan perubahan yang luar biasa ketika saya menulis sesuatu. Perubahan dalam dunia ini bertahap saya rasakan telah terjadi. SAYA DAPAT MENGUBAH DUNIA...yaa...Dunia saya pribadi minimal.
yang jelas besar harapan saya agar setiap tulisan saya kelak dapat menginspirasi banyak orang. Saya tak tahu sampai di mana saya menulis kelak. Saya tak tahu sebesar apa yang dapat saya ubah dari tulisan saya, tapi yang jelas selama tangan ini masih bisa bergerak dan pikiran ini masih bisa memikirkan sebuah tulisan, saya ingin berusaha untuk tetap menulis.
Menulis dan menulis.. Semoga Allah beri keistiqomahan buat saya...
Ada perasaan lega ketika saya menulis sesuatu. ada perasaan plog dalam hati saya. LUAR BIASA. Apalagi kalau yang saya tulis betul-betul apa yang ada dalam kehidupan saya. Apa yang saya alami sendiri....
Pokoknya saya ingin menulis.... entah itu di baca orang atau tidak aku tidak peduli... yang jelas dengan menulis saya sudah Merubah dunia... DUNIA SAYA SENDIRI...
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments
Tahun baru dan perubahan
Bergantinya tahun entah itu tahun hijriah atau masehi sebenarnya bukan menjadi hal yang penting bagiku. Secara pribadi saya lebih suka mellihat pada esensi dari pergantian tahu itu sendiri.
Apapun pergantian itu yang jelas harus menjadi sebuah perubahan kepada kebaikan. Perubahan yang menjadi titik perhatianku. Di tahun baru harus menjadi sebuah fase perubahan dalam kehidupanku untuk menjadi lebih baik dan lebih baik.
Ada beberapa hal yang membuat sesuatu itu menjadi sebuah target di tahun ini. Tahun yang baru yang harus kuperbaiki adalah beberapa kaitannya dengan dakwah serta ibadah yang harus aku tingkatkan di tahun ini. Yang jelas komitmen untuk selalu menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama harus selalu di tingkatkan dan di perbaiki dari tahun ke tahun. Target besar di tahun ini berkaitan dengan dakwah di masyarakat adalah membentuk suatu lingkungan yang terwarnai oleh nilai-nilai dakwah. Sebagai bagian dari remaja di masjid, tahun ini harus menjadi tahun di mana membumikan dakwah yang telah saya lakukan. Dakwah yang terjadi sekarang seolah-olah hanya untuk kalangan tertentu saja. Semoga secara bertahap segala cita-cita itu dapat tercapai dengan suatu hal yang positif.
di tulis 1 Januari 2009
catatanku di blog
DIARY AL-QURAN
0
comments

Trik Tips Sebelumnya